Anak Kelas 2 SD Masih Belum Bisa Membaca? Lakukan 3 Hal Ini Bagi Mengatasinya

 

Gerakan Membaca – Kecepatan perkembangan keterampilan membaca masing-masing anak memang berbeda, namun orang tua patut cemas dan mengerjakan intervensi bila anak ruang belajar 2 SD belum dapat membaca.
Sebagai perbandingan, keterampilan membaca anak ruang belajar 2 SD pada lazimnya adalah:
• Sudah dapat membaca 50-60 kata per menit.
• Mengenali tidak sedikit sight word (kata yang tidak jarang dibaca).
• Mengenali pola huruf vokal dan dapat membacanya dengan suara yang sesuai.
• Bisa mengetahui pesan dari isi bacaan.
Cara Mengatasi Jika Anak Kelas 2 SD Belum Bisa Membaca
Berita baiknya, sekian banyak hal berikut dapat Moms kerjakan untuk menolong anak ruang belajar 2 SD yang masih mengalami kendala dalam belajar membaca.
1. Perkuat Pemahaman Fonemik
Dalam kitab berjudul Preventing Reading Difficulties in Young Children (1998) yang diluncurkan oleh The National Academies Press, dilafalkan kalau memperkuat pemahaman fonemik sangat urgen untuk menolong anak yang kendala membaca.
Pemahaman fonemik ialah kemampuan guna menggabungkan dan memisah fonem atau suku kata dalam suatu kata. Kemampuan ini sehubungan erat dengan skill decoding atau mengetahui hubungan antara suara dan huruf yang berbeda.
Nah, inilah teknik yang dapat dilakukan guna memperkuat pemahaman fonemik anak:
• Bergantian menyimak dengan suara lantang
• Bermain kata dengan rima (paku, saku, duku; mata, kata, tinta)
• Berlatih memecah kata panjang menjadi suku kata (je-ra-pah; ke-ma-rin)

2. Baca Buku yang Tepat
Supaya lebih fasih membaca, Si Kecil mesti tidak jarang berlatih dengan membaca kitab yang tepat. Pilihlah kitab yang 90% kata di dalamnya telah dimengerti oleh anak, agar ia dapat fokus belajar menyimak sendiri tanpa diciptakan bingung dengan artinya.
Jangan tak sempat sempatkan guna menemani Si Kecil menyimak bergantian dengan suara lantang ya, Moms. Membaca secara bergantian ialah salah satu teknik yang lumayan efektif guna mendorong anak lebih fasih membaca.

3. Cek Kemungkinan Disleksia

Anak ruang belajar 2 SD belum dapat membaca barangkali saja memiliki situasi disleksia, gangguan belajar yang mempengaruhi keterampilan anak guna mengenali huruf dan memanipulasi suara dalam bahasa.
Mengutip Dr. Sally Shaywitz, wakil kepala Yale Center for Dyslexia and Creativity, pada laman childmind.org, diduga 1 dari 5 anak dan 80% – 90% anak dengan gangguan belajar memiliki situasi disleksia. Untuk memahami kondisinya, Si Kecil dapat dievaluasi oleh psikolog, neuropsikolog, terapis bahasa dan wicara, atau spesialis membaca.
Jika memang memiliki situasi disleksia, Si Kecil lantas akan ditunjukkan belajar menyimak dengan sekian banyak program dan terapi khusus, laksana metode Orton-Gillingham ataupun multisensory structured language education (MSLE).

 

Leave a Comment